Sebagai lembaga pendidikan Islam, Creayoon School Theme berupaya merancang dan menyelenggarakan program tahfidz Al-Qur’an secara optimal tanpa membebani peserta didik dalam menjalani proses pembelajaran. Program ini dirancang agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an secara bertahap, terarah, dan berkesinambungan.
Program tahfidz Al-Qur’an yang diselenggarakan di Creayoon School Theme berfokus pada hafalan Juz Amma (Juz 30) bagi peserta didik kelas VII–IX. Program ini merupakan salah satu program pendukung pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
Melalui desain pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan komunikatif, peserta didik diharapkan mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar serta mencapai hafalan Juz Amma (Juz 30) yang mutqin (kuat dan terjaga).
Peserta didik yang telah menyelesaikan hafalan Juz 30 dapat melanjutkan hafalan ke Juz 29 dan seterusnya. Adapun peserta didik yang telah menghafal Juz 30 sejak jenjang sekolah dasar (SD) akan mengikuti ujian tahfidz Juz 30 terlebih dahulu. Jika dinyatakan lulus, peserta didik tersebut dapat melanjutkan hafalan ke Juz 29.
A. Tujuan Program
Program tahfidz Al-Qur’an Creayoon School Theme bertujuan untuk:
- Menjadikan program tahfidz Al-Qur’an sebagai wadah untuk menumbuhkan generasi penghafal Al-Qur’an.
- Menyelenggarakan proses pendidikan yang menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan dalam membangun sinergi dengan berbagai bidang keilmuan lainnya.
- Mendorong lahirnya generasi Qur’ani yang memiliki akidah yang benar serta berkarakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan berintegritas.
- Membentuk generasi yang mampu menjadi pemimpin umat Islam pada masa mendatang.
- Menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik agar mampu memimpin pelaksanaan ibadah salat.
B. Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran tahfidz Juz 30 di Creayoon School Theme dilaksanakan melalui dua pendekatan, yaitu pembiasaan dan pembelajaran terstruktur.
1. Pembiasaan
Pembiasaan hafalan bertujuan untuk membantu peserta didik menghafal dan menjaga hafalan 24 surah pendek, mulai dari Surah An-Nas hingga Surah Asy-Syams.
Pelaksanaan kegiatan pembiasaan dibagi menjadi dua kondisi berikut.
a. Pada masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT)
Kegiatan hafalan dilaksanakan setiap hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis setelah ikrar pagi, pukul 07.30–07.45, dengan dipandu oleh wali kelas masing-masing.
b. Pada masa pembelajaran normal
Kegiatan pembiasaan hafalan dilaksanakan melalui beberapa kegiatan berikut:
- Setelah ikrar pagi pada hari Selasa–Kamis.
- Setelah salat Duha pada hari Jumat.
- Sebelum dan sesudah salat Zuhur.
2. Pembelajaran Terstruktur
Pembelajaran tahfidz dilaksanakan di dalam kelas selama dua jam pelajaran per minggu. Materi pembelajaran mencakup hafalan 13 surah yang dialokasikan secara bertahap untuk setiap jenjang kelas, yaitu:
- Kelas VII semester 1 dan 2: Surah An-Naba’ hingga Surah At-Takwir.
- Kelas VIII semester 1 dan 2: Surah Al-Infithar hingga Surah Al-Buruj.
- Kelas IX semester 1 dan 2: Surah At-Tariq hingga Surah Al-Balad.
C. Target Hafalan Al-Qur’an
Target hafalan Al-Qur’an ditetapkan secara bertahap berdasarkan jenjang kelas dan semester.
1. Kelas VII Semester 1 dan 2
- Pembiasaan: Surah An-Nas hingga Surah Asy-Syams.
- Pembelajaran: Surah An-Naba’ hingga Surah At-Takwir.
2. Kelas VIII Semester 1 dan 2
- Pembiasaan: Surah An-Nas hingga Surah Asy-Syams.
- Pembelajaran: Surah Al-Infithar hingga Surah Al-Buruj.
3. Kelas IX Semester 1 dan 2
- Pembiasaan: Surah An-Nas hingga Surah Asy-Syams.
- Pembelajaran: Surah At-Tariq hingga Surah Al-Balad.
4. Program Siswa Imtiyaz
Siswa Imtiyaz adalah peserta didik yang telah menghafal Juz 30 sebelum masuk kelas VII. Peserta didik tersebut akan mengikuti tes hafalan Juz 30 terlebih dahulu. Apabila dinyatakan lulus, peserta didik dapat melanjutkan program tahfidz ke Juz 29.
D. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran tahfidz Al-Qur’an Juz 30 di Creayoon School Theme disesuaikan dengan strategi pembelajaran yang diterapkan, yaitu pembiasaan dan pembelajaran terstruktur.
1. Metode Pembiasaan
Pada strategi pembiasaan, metode yang digunakan adalah metode takrir, yaitu metode mengulang-ulang hafalan secara berkesinambungan serta memperdengarkan hafalan kepada guru atau teman sebaya.
Metode ini bertujuan untuk menjaga kualitas hafalan yang telah dikuasai agar tetap kuat dan tidak mudah terlupakan. Selain menyetorkan hafalan kepada guru, peserta didik juga dapat melakukan pengulangan hafalan secara mandiri maupun bersama teman kapan saja untuk memperlancar bacaan dan memperkuat ingatan.
2. Metode Pembelajaran Terstruktur
Pada pembelajaran terstruktur, metode yang digunakan meliputi metode klasikal dan individual.
a. Metode Klasikal (Talaqqi dan Menirukan Bacaan Guru)
Metode klasikal dilaksanakan dengan cara guru membacakan ayat Al-Qur’an, kemudian peserta didik menyimak dan menirukan bacaan guru secara berulang-ulang. Setelah bacaan dikuasai dengan baik, peserta didik mulai menghafalkan ayat-ayat tersebut.
b. Metode Individual
Pada metode individual, peserta didik menghafal ayat-ayat Al-Qur’an secara mandiri sesuai dengan kemampuan masing-masing. Setelah hafalan dikuasai, peserta didik menyetorkan hafalannya kepada guru untuk diperiksa dan dievaluasi.
E. Pengujian dan Evaluasi Hafalan
Pengujian tahfidz dilaksanakan melalui tiga bentuk evaluasi, yaitu tasmi’, imtihan tahfidz, dan Ujian Akhir Tahfidz (UAT).
1. Tasmi’
Tasmi’ merupakan kegiatan memperdengarkan hafalan Al-Qur’an kepada guru untuk mengetahui ketepatan bacaan dan kualitas hafalan peserta didik.
Kegiatan tasmi’ dilaksanakan dalam pembelajaran tahfidz setelah peserta didik menyelesaikan setoran hafalan surah yang menjadi targetnya. Jadwal pelaksanaan tasmi’ ditentukan oleh guru tahfidz yang mengajar di kelas masing-masing.
2. Imtihan Tahfidz
Imtihan tahfidz merupakan ujian hafalan bagi peserta didik yang telah menyelesaikan setoran seluruh surah dalam Juz 30, baik peserta didik kelas VII, VIII, maupun IX.
Kegiatan imtihan tahfidz dijadwalkan setiap dua minggu sekali atau disesuaikan dengan kesiapan peserta didik.
3. Ujian Akhir Tahfidz (UAT)
Ujian Akhir Tahfidz (UAT) dilaksanakan bagi peserta didik kelas IX sekitar bulan Februari, sebelum pelaksanaan ujian praktik.
Materi ujian meliputi hafalan Juz 30 serta Juz 29 bagi peserta didik yang telah mengikuti imtihan tahfidz Juz 29 sesuai dengan ketentuan program.
F. Kegiatan Idhafiyah (Kegiatan Pendukung)
Untuk mendukung keberhasilan program tahfidz Al-Qur’an, Creayoon School Theme menyelenggarakan beberapa kegiatan pendukung sebagai berikut.
1. MHQ (Musabaqah Hifzhil Qur’an)
MHQ merupakan kegiatan perlombaan hafalan Al-Qur’an yang dilaksanakan dua kali dalam satu tahun, yaitu pada saat kegiatan class meeting.
Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi peserta didik agar semakin giat menjaga dan melancarkan hafalannya, sekaligus menjadi sarana syiar Al-Qur’an di lingkungan sekolah.
2. KTS (Klub Tahfidz Siswa)
Klub Tahfidz Siswa (KTS) merupakan wadah bagi peserta didik terpilih yang memiliki minat untuk mengembangkan kemampuan menghafal Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan dapat meningkatkan kualitas hafalan, memperkuat kedisiplinan dalam menghafal, serta mengembangkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
3. Tahfidz Camp
Tahfidz Camp merupakan kegiatan khusus yang dilaksanakan satu kali dalam setahun bagi peserta didik kelas IX.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hafalan sekaligus menguji kemampuan peserta didik dalam menguasai Juz 30. Selain itu, Tahfidz Camp diharapkan dapat menumbuhkan semangat, kedisiplinan, dan motivasi peserta didik dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.